Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Februari 2009

Ekonomi dalam pandangan Islam

Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil kecuali melalui perdagangan yang kamu saling ridho, dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah Maha Pengasih terhadap Kamu. Barang siapa yang berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, Maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam Neraka, dan yang demikian itu amat mudah bagi Alah. (Qs. An-Nisa ayat 29-30).

Islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur seluruh tata kehidupan termasuk ekonomi. Islam mengajarkan umat nya untuk melakukan kegiatan ekonomi yang benar dengan tidak merugikan orang lain. Islam melarang keras umatnya untuk berbuat curang dan menipu orang lain dalam perdagangan.

Selasa, 20 Januari 2009

Teknologi dan Moral Masyarakat.


berkembangnya teknologi informasi jika tidak diiringi dengan kemapanan moral dan akhlak akan berakibat pada penyalahgunaan teknologi tersebut. sudah banyak contoh penyalah fungsian teknologi yang terjadi di masyarakat seperti penyebaran video mesum melalui internet, Telepon selular.


maraknya penyalah fungsian teknologi semakin menguatkan fakta bahwa masyarakat telah meninggalkan ajaran moral dan akhlak. budaya-budaya sopan seperti malu telah semakin hilang. penulis sendiri menyadari bahwa masalah moral ini bukan hanya masalah per individu saja tetapi masalah masyarakat luas.

pemerintah sebagai pemegang amanah rakyat mempunyai hak, mempunyai kekuasaan untuk bertindak terhadap masalah ini, karena jika terus dibiarkan, bangsa ini akan kehilangan jati diri. bangsa ini tidak akan dilihat lagi sebagai bangsa yang religius, bukan lagi sebagai bangsa yang sopan dan mempunyai adat yang bernilai luhur.

Penulis menilai masalah penyalah fungsian teknologi ini tidak cukup hanya dengan mengeluarkan undang-undang tetapi harus memotong ajaran-ajaran, ideologi yang mengutamakan kebebasan yang berakibat buruk terhadap masyarakat.

Masalah penyalah fungsian teknologi ini tidak terlepas dari paham yang mengagung-agungkan kebebasan. orang bebas berekspresi, bebas berbuat apa saja yang menurutnya menyenangkan tetapi tidak memikirkan akibatnya terhadap masyarakat.

tulisan ini bertujuan mengingatkan semua orang termasuk penulis sendiri yang sering terjebak dalam era kebebasan yang ternyata kebablasan bahwa masalah moral adalah masalah masyarakat bukan masalah per individu, karena kita tidak sendiri, kita hidup di tengah-tengah masyarakat. kalau lingkungan kita bermoral buruk maka kita juga merasakan dampak buruknya.

Mari berjuang menegakkan kembali budaya kita yang luhur dan tak boleh putus asa melawan seruan paham kebebasan yang telah banyak merusak bangsa.

Penulis berharap tulisan ini akan bermanfaat bagi penulis untuk menguatkan hati penulis dan bukan cuma omong-omong kosong yang diucapkan tetapi tidak dilaksanakan.
"Hai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu lakukan ?, Amat besar kebencian di sisi Allah jika kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat." (Qs.As-Shaf ayat 2 dan 3 ). penulis juga berharap tulisan ini ada manfaat nya bagi masyarakat semua.

Selasa, 06 Januari 2009

Ekonomi Islam

Ekonomi Islam adalah bagian dari Islam. Islam adalah agama yang komprehensif, yang mengatur seluruh tata kehidupan manusia termasuk ekonomi. Setiap muslim harus mengamalkan ajaran Islam dengan Kaffah. Maksud kaffah disini yaitu menjalankan ajaran Islam dengan sempurna, tidak hanya sebagian. Seorang muslim dituntut untuk tidak hanya beribadah kepada Allah Swt, tetapi juga dituntut untuk berekonomi secara Islami.
Ekonomi Islam memandang harta yang dimiliki manusia sebagai titipan dari Allah Swt. Manusia hanya diijinkan untuk mengelola harta tersebut sesuai dengan ketentuan Allah. Allah Swt mencela orang-orang yang tamak dan serakah terhadap harta.
"Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. dia mengira hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak ! Sesungguhnya dia akan dilemparkan ke neraka Huthamah. " (Q.S Al-Humazah, ayat 1-4).