Pikiran Hati
Rabu, 17 April 2013
Rabu, 28 September 2011
Selasa, 26 Januari 2010
Jual beli dalam Islam
Setiap hari mungkin kita melakukan transaksi jual beli. Kita melakukan transaksi jual beli karena kita tidak dapat membuat sendiri barang yang kita butuhkan, kita membutuhkan peranan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup kita.
Semakin canggih jaman, semakin canggih pula cara manusia melakukan transaksi jual beli. Namun bukan berarti dengan semakin canggihnya jaman, berarti kita boleh melakukan transaksi jual beli dengan sesuka hati. Ada ketentuan dan peraturan yang mengatur jual beli. Peraturan diperlukan agar setiap pihak yang melaksanakan jual beli saling merasa senang dan saling ridha.
Ketentuan jual beli diatur dalam Islam, ketentuan tersebut meliputi macam-macam jual beli, rukun jual beli, syarat sah jual beli, jenis barang yang sah dan tidak untuk diperjual belikan, hal-hal yang dapat membatalkan jual beli.
Jual beli bila dikategorikan ada sembilan macam :
1. Jual beli dengan pembayaran menggunakan mata uang
2. Jual beli barter, saling tukar menukar barang.
3. Jual beli mata uang dengan mata uang lain,. Dikenal dengan istilah money changer.
4. Menjual sesuatu dengan pembayaran kontan tetapi barangnya tidak langsung diterima dikenal dengan sebutan pesanan atau inden.
5. Jual beli lelang, tidak ada patokan harga tertentu
6. Jual beli dengan menyatakan harga modal pembelian ditambah keuntungan, disebut jual beli murabahah.
7. Menjual dengan harga yang sama dengan harga pembelian, disebut jual beli tauliyah.
8. Menjual dengan harga lebih murah dari harga pembelian, karena mungkin si penjual membutuhkan uang karena terdesak kebutuhan lain.
9. Jual beli dengan pembayaran angsuran.
Agar jual beli sah, maka harus terpenuhi rukun jual beli yaitu :
1. Ada penjual dan pembeli
2. Ada barang yang diperjual belikan, barang tersebut jelas diketahui dua pihak, penjual dan pembeli disertai dengan harga barang yang jelas.
3. Ada serah terima (ijab qabul) antara penjual dan pembeli, yang menyatakan kedua saling ridha dalam bertransaksi.
Adapun syarat sah jual beli meliputi syarat sah seorang penjual dan pembeli serta syarat sah suatu barang diperjualbelikan. Seseorang sah melakukan jual beli bila ia memiliki akal yang sempurna, bukan orang gila, orang mabuk dan anak-anak. Kemudian pihak yang bertransaksi jual beli harus dalam keadaan bebas dan tidak dalam kondisi terpaksa atau dalam tekanan untuk melakukan jual beli itu.
Setelah syarat penjual dan pembeli terpenuhi maka barang yang diperjual belikan juga harus memenuhi syarat , diantara syarat barang sah diperjualbelikan yaitu :
1. Bukan barang najis
2. Barang yang diperjualbelikan harus barang yang bermanfaat.
3. Barang yang diperjualbelikan harus milik sendiri. Tidak sah menjual barang yang bukan miliknya sendiri.
4. Barang yang diperjualbelikan harus dapat diserah terimakan. Tidak boleh menjual barang yang belum jelas. Seperti menjual burung yang masih terbang di udara.
5. Penjual dan pembeli sama-sama mengetahui barang yang diperjualbelikan.
Segala hal yang tidak sesuai dengan rukun dan syarat jual beli diatas maka jual beli tersebut batal dan tidak sah.
Sumber :
Kitab bidayatul mujtahid, ibnu rusyd
Kitab syarah bulugul maram, Abd. Rasyid Salim.
Semakin canggih jaman, semakin canggih pula cara manusia melakukan transaksi jual beli. Namun bukan berarti dengan semakin canggihnya jaman, berarti kita boleh melakukan transaksi jual beli dengan sesuka hati. Ada ketentuan dan peraturan yang mengatur jual beli. Peraturan diperlukan agar setiap pihak yang melaksanakan jual beli saling merasa senang dan saling ridha.
Ketentuan jual beli diatur dalam Islam, ketentuan tersebut meliputi macam-macam jual beli, rukun jual beli, syarat sah jual beli, jenis barang yang sah dan tidak untuk diperjual belikan, hal-hal yang dapat membatalkan jual beli.
Jual beli bila dikategorikan ada sembilan macam :
1. Jual beli dengan pembayaran menggunakan mata uang
2. Jual beli barter, saling tukar menukar barang.
3. Jual beli mata uang dengan mata uang lain,. Dikenal dengan istilah money changer.
4. Menjual sesuatu dengan pembayaran kontan tetapi barangnya tidak langsung diterima dikenal dengan sebutan pesanan atau inden.
5. Jual beli lelang, tidak ada patokan harga tertentu
6. Jual beli dengan menyatakan harga modal pembelian ditambah keuntungan, disebut jual beli murabahah.
7. Menjual dengan harga yang sama dengan harga pembelian, disebut jual beli tauliyah.
8. Menjual dengan harga lebih murah dari harga pembelian, karena mungkin si penjual membutuhkan uang karena terdesak kebutuhan lain.
9. Jual beli dengan pembayaran angsuran.
Agar jual beli sah, maka harus terpenuhi rukun jual beli yaitu :
1. Ada penjual dan pembeli
2. Ada barang yang diperjual belikan, barang tersebut jelas diketahui dua pihak, penjual dan pembeli disertai dengan harga barang yang jelas.
3. Ada serah terima (ijab qabul) antara penjual dan pembeli, yang menyatakan kedua saling ridha dalam bertransaksi.
Adapun syarat sah jual beli meliputi syarat sah seorang penjual dan pembeli serta syarat sah suatu barang diperjualbelikan. Seseorang sah melakukan jual beli bila ia memiliki akal yang sempurna, bukan orang gila, orang mabuk dan anak-anak. Kemudian pihak yang bertransaksi jual beli harus dalam keadaan bebas dan tidak dalam kondisi terpaksa atau dalam tekanan untuk melakukan jual beli itu.
Setelah syarat penjual dan pembeli terpenuhi maka barang yang diperjual belikan juga harus memenuhi syarat , diantara syarat barang sah diperjualbelikan yaitu :
1. Bukan barang najis
2. Barang yang diperjualbelikan harus barang yang bermanfaat.
3. Barang yang diperjualbelikan harus milik sendiri. Tidak sah menjual barang yang bukan miliknya sendiri.
4. Barang yang diperjualbelikan harus dapat diserah terimakan. Tidak boleh menjual barang yang belum jelas. Seperti menjual burung yang masih terbang di udara.
5. Penjual dan pembeli sama-sama mengetahui barang yang diperjualbelikan.
Segala hal yang tidak sesuai dengan rukun dan syarat jual beli diatas maka jual beli tersebut batal dan tidak sah.
Sumber :
Kitab bidayatul mujtahid, ibnu rusyd
Kitab syarah bulugul maram, Abd. Rasyid Salim.
Sabtu, 05 September 2009
Melangkah di antara dua pilihan.. kiri atau kanan ?
Sahabat.... hidup kita ini adalah sebuah perjalanan dengan tujuan mencari ridho tuhan.
tapi tidak semua manusia dalam perjalanan nya mencari ridho tuhan berhasil.
ada yang gagal, kalah, tapi ada juga yang terus melaju, mencari di mana kira nya ridho dan kasih sayang Tuhan tersebut.
untuk mendapatkan ridho Tuhan itu, kita harus membawa bekal yang banyak dalam perjalanan.. harus siapkan keberanian dan tekad yang kuat, karena perjalanan mencari ridho Tuhan itu banyak halang rintang nya...banyak onak dan duri, banyak binatang buas.. banyak penyamun yang menakut-nakuti... banyak simpang yang harus dilalui.. ada ke kanan.. ada ke kiri..
sebagian manusia salah langkah... lebih memilih ke arah kiri , terbuai karena di sana penuh dengan yang indah-indah, penuh dengan nafsu yang bergejolak.. tapi ternyata itu fana.. kosong, hanya derita dan kecemasan lah yang ada pada mereka yang salah langkah... sudah terlanjur memilih ke kiri.. berat rasanya hendak berputar kembali... karena diri telah menjadi budak nafsu...
sebagian manusia yang lain memilih simpang ke kanan, walaupun banyak godaan yang merayu dan membisikkan dalam hati tetapi mereka teguh dalam pendiriannya karena mereka yakin ada cahaya yang terang di ujung jalan.. mereka sabar dalam menjalani hidup, walaupun banyak masalah yang harus dilalui, mereka menghadapi semua masalah itu dengan sabar.. tawakkal, pasrah pada Ilahi dan dengan ilmu yang ada pada dirinya mereka terus melaju... ada keyakinan yang teguh dalam hati bahwa semua yang mereka hadapi di dunia jika di sikapi dengan baik.. suatu hari nanti, di akhirat, Tuhan akan tersenyum dan memberikan hadiah yang indah, yang tak bisa terbayangkan ketika di dunia...
mari kita bertanya dalam hati yang paling dalam, tergolong yang manakah kita.. apakah kita telah memilih simpang ke kiri... atau yang kanan... ?
bila kita ternyata termasuk dalam golongan orang-orang yang telah memilih simpang ke kiri... kuatkan dalam hati.. kita harus segera putar arah... tidak peduli apa halangan dan rintangan nya...
bila kita termasuk dalam golongan orang-orang yang memilih simpang ke kanan... teruskan perjalanan.. yakinlah ..semua masalah.. yang akan mendatangi kita nanti... akan bisa kita hadapi dengan baik...
Tulisan ini semoga menjadi nasihat bagi penulis sendiri..dan bagi kita semua... amin !!!
tapi tidak semua manusia dalam perjalanan nya mencari ridho tuhan berhasil.
ada yang gagal, kalah, tapi ada juga yang terus melaju, mencari di mana kira nya ridho dan kasih sayang Tuhan tersebut.
untuk mendapatkan ridho Tuhan itu, kita harus membawa bekal yang banyak dalam perjalanan.. harus siapkan keberanian dan tekad yang kuat, karena perjalanan mencari ridho Tuhan itu banyak halang rintang nya...banyak onak dan duri, banyak binatang buas.. banyak penyamun yang menakut-nakuti... banyak simpang yang harus dilalui.. ada ke kanan.. ada ke kiri..
sebagian manusia salah langkah... lebih memilih ke arah kiri , terbuai karena di sana penuh dengan yang indah-indah, penuh dengan nafsu yang bergejolak.. tapi ternyata itu fana.. kosong, hanya derita dan kecemasan lah yang ada pada mereka yang salah langkah... sudah terlanjur memilih ke kiri.. berat rasanya hendak berputar kembali... karena diri telah menjadi budak nafsu...
sebagian manusia yang lain memilih simpang ke kanan, walaupun banyak godaan yang merayu dan membisikkan dalam hati tetapi mereka teguh dalam pendiriannya karena mereka yakin ada cahaya yang terang di ujung jalan.. mereka sabar dalam menjalani hidup, walaupun banyak masalah yang harus dilalui, mereka menghadapi semua masalah itu dengan sabar.. tawakkal, pasrah pada Ilahi dan dengan ilmu yang ada pada dirinya mereka terus melaju... ada keyakinan yang teguh dalam hati bahwa semua yang mereka hadapi di dunia jika di sikapi dengan baik.. suatu hari nanti, di akhirat, Tuhan akan tersenyum dan memberikan hadiah yang indah, yang tak bisa terbayangkan ketika di dunia...
mari kita bertanya dalam hati yang paling dalam, tergolong yang manakah kita.. apakah kita telah memilih simpang ke kiri... atau yang kanan... ?
bila kita ternyata termasuk dalam golongan orang-orang yang telah memilih simpang ke kiri... kuatkan dalam hati.. kita harus segera putar arah... tidak peduli apa halangan dan rintangan nya...
bila kita termasuk dalam golongan orang-orang yang memilih simpang ke kanan... teruskan perjalanan.. yakinlah ..semua masalah.. yang akan mendatangi kita nanti... akan bisa kita hadapi dengan baik...
Tulisan ini semoga menjadi nasihat bagi penulis sendiri..dan bagi kita semua... amin !!!
Senin, 31 Agustus 2009
Tiga dosa pertama
Para ulama mengatakan ada tiga dosa yang pertama kali terjadi yaitu :
1. Sombong atau takabur
2. Buruk Sangka
3. Iri Hati
Kesombongan pertama kali terjadi pada peristiwa Iblis yang menolak perintah Tuhan untuk sujud dan memberi penghormatan pada Adam As. Iblis menolak untuk menghormati Adam karena merasa dirinya lebih dari Adam karena diciptakan dari api sedangkan Adam diciptakan dari segumpal tanah. karena kesombongannya dan ingkar pada perintah Tuhan, Iblis dikeluarkan dari surga dan menjadi penghuni neraka di hari kiamat nanti.
Sedangkan dosa kedua yang terjadi adalah buruk sangka. Adam as. buruk sangka terhadap Tuhan yang memerintahkan dirinya dan istrinya untuk menjauhi pohon yang dilarang Tuhan. Tapi Adam dan Istrinya ingkar dan buruk sangka terhadap perintah Tuhan. Adam terperdaya godaan Iblis yang mengatakan dirinya tidak akan jadi malaikat jika tidak memakan buah pohon yang dilarang Tuhan.
hal ini dikisahkan dalam Al Quran surah Al Araf ayat 20:
Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).
karena terpedaya godaan syaitan, Adam dan istri nya menjadi makhluk yang ingkar dan berdosa di hadapan Tuhan. Mereka menyesali perbuatan nya dan memohon ampun pada Tuhan.
Dan dosa ketiga yang terjadi adalah iri hati. ini terjadi pada kisah dua anak Adam yaitu Habil dan Qabil. keduanya berkurban pada Tuhan, tetapi yang diterima kurban nya hanya Habil, karena mempersembahkan kurban yang baik pada Tuhan. Hal ini membuat Qabil iri hati dan timbul niat dalam hatinya untuk membunuh saudara nya si Habil. Qabil akhirnya membunuh saudaranya, Habil. dan Qabil pun termasuk orang yang zalim. dan dosa membunuh yang ia lakukan adalah menjadi contoh bagi manusia lainnya yang melakukan pembunuhan, dan atas setiap dosa pembunuhan yang terjadi di atas muka bumi, Qabil menerima bagian dosa karena ia adalah orang yang pertama kali melakukan pembunuhan dan menjadi contoh bagi manusia lainnya.
Kisah tiga dosa diatas yaitu "Sombong, buruk sangka dan iri hati" marilah kita jadikan pelajaran untuk dapat kita hindari. karena bila terdapat dalam hati kita sifat-sifat buruk tersebut, alamat hidup kita di dunia tidak akan bahagia, karena akan dibenci oleh masyarakat. dan tentunya bukan hanya sengsara di dunia, tetapi azab di akhirat pun akan menanti, dan kita pun jadi orang yang merugi. Na'udzubillahi min dzalik.
1. Sombong atau takabur
2. Buruk Sangka
3. Iri Hati
Kesombongan pertama kali terjadi pada peristiwa Iblis yang menolak perintah Tuhan untuk sujud dan memberi penghormatan pada Adam As. Iblis menolak untuk menghormati Adam karena merasa dirinya lebih dari Adam karena diciptakan dari api sedangkan Adam diciptakan dari segumpal tanah. karena kesombongannya dan ingkar pada perintah Tuhan, Iblis dikeluarkan dari surga dan menjadi penghuni neraka di hari kiamat nanti.
Sedangkan dosa kedua yang terjadi adalah buruk sangka. Adam as. buruk sangka terhadap Tuhan yang memerintahkan dirinya dan istrinya untuk menjauhi pohon yang dilarang Tuhan. Tapi Adam dan Istrinya ingkar dan buruk sangka terhadap perintah Tuhan. Adam terperdaya godaan Iblis yang mengatakan dirinya tidak akan jadi malaikat jika tidak memakan buah pohon yang dilarang Tuhan.
hal ini dikisahkan dalam Al Quran surah Al Araf ayat 20:
Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).
karena terpedaya godaan syaitan, Adam dan istri nya menjadi makhluk yang ingkar dan berdosa di hadapan Tuhan. Mereka menyesali perbuatan nya dan memohon ampun pada Tuhan.
Dan dosa ketiga yang terjadi adalah iri hati. ini terjadi pada kisah dua anak Adam yaitu Habil dan Qabil. keduanya berkurban pada Tuhan, tetapi yang diterima kurban nya hanya Habil, karena mempersembahkan kurban yang baik pada Tuhan. Hal ini membuat Qabil iri hati dan timbul niat dalam hatinya untuk membunuh saudara nya si Habil. Qabil akhirnya membunuh saudaranya, Habil. dan Qabil pun termasuk orang yang zalim. dan dosa membunuh yang ia lakukan adalah menjadi contoh bagi manusia lainnya yang melakukan pembunuhan, dan atas setiap dosa pembunuhan yang terjadi di atas muka bumi, Qabil menerima bagian dosa karena ia adalah orang yang pertama kali melakukan pembunuhan dan menjadi contoh bagi manusia lainnya.
Kisah tiga dosa diatas yaitu "Sombong, buruk sangka dan iri hati" marilah kita jadikan pelajaran untuk dapat kita hindari. karena bila terdapat dalam hati kita sifat-sifat buruk tersebut, alamat hidup kita di dunia tidak akan bahagia, karena akan dibenci oleh masyarakat. dan tentunya bukan hanya sengsara di dunia, tetapi azab di akhirat pun akan menanti, dan kita pun jadi orang yang merugi. Na'udzubillahi min dzalik.
Jumat, 12 Juni 2009
Belajar dari Sakit.
Hidup yang kujalani selama ini dengan berbagai aktivitas kurasakan seperti jarum jam yang terus bergerak, memutar waktu terus menerus yang tidak boleh berhenti.
Namun aktivitas yang kujalani dengan pergerakan yang tanpa henti, ternyata dipaksa harus berhenti seperti jam yang kehabisan daya baterai, tidak bergerak, diam di tempat, ini terjadi pada diriku karena aku sakit. Sakit telah memaksa diriku untuk berhenti, berhenti dari deru dan laju aktivitas sehari-hari.
Sakit mungkin bagi kebanyakan orang diartikan musibah, namun jika dilihat dari sisi manfaat, sakit ternyata juga bermanfaat.
Sakit menyadarkan kita betapa pentingnya gaya hidup sehat. Mungkin selama ini, dengan beragam aktivitas tanpa henti, gaya hidup sehat terlupakan, jarang olahraga, pola makan tidak teratur dan kurang istirahat.
Sakit memaksa kita untuk keluar dari zona hingar bingar dunia, sejenak kita disuruh berhenti dari aktivitas yang telah membuat kita lupa dari menjaga kesehatan kita.
Melalui sakit, kita disadarkan bahwa kita makhluk lemah. Harta yang banyak yang kita miliki, belum tentu mampu mengobati penyakit kita.
Melalui sakit, kita disadarkan batapa banyak nikmat Tuhan yang kita nikmati tapi kita tak sadar bahkan mungkin lupa untuk mengucapkan syukur pada-Nya atas segala nikmat yang Tuhan berikan.
Melalui sakit, Tuhan mencoba menyadarkan bahwa tanpa anugrah kesehatan dari Tuhan, manusia tidak bisa berbuat apa-apa. Melalui sakit, diuji-Nya kita sampai sejauh mana kesabaran kita menerima cobaan dan ujian dari Tuhan.
Coba kita bayangkan bila satu anggota tubuh kita sakit, umpamanya gigi, aduh..... semua terasa susah... itu baru satu anggota tubuh kita yang kecil, namun fungsinya yang besar bila diuji oleh Tuhan, dihilangkan sebentar manfaat dari gigi, diuji dengan rasa sakit, kita sudah mengeluh, merasa tidak tahan, ini bukti kelemahan manusia.
Mari kita belajar dari sakit, bahwa sakit tidak sekedar musibah, tapi Tuhan menciptakan sakit untuk menyadarkan manusia akan kelemahan diri manusia dan Tuhan mengingatkan kita akan hakikat diri kita sebagai hamba yang tidak pantas sombong berjalan di muka bumi hanya karena memiliki sedikit ilmu, sedikit harta dan kekuasaan.
Namun aktivitas yang kujalani dengan pergerakan yang tanpa henti, ternyata dipaksa harus berhenti seperti jam yang kehabisan daya baterai, tidak bergerak, diam di tempat, ini terjadi pada diriku karena aku sakit. Sakit telah memaksa diriku untuk berhenti, berhenti dari deru dan laju aktivitas sehari-hari.
Sakit mungkin bagi kebanyakan orang diartikan musibah, namun jika dilihat dari sisi manfaat, sakit ternyata juga bermanfaat.
Sakit menyadarkan kita betapa pentingnya gaya hidup sehat. Mungkin selama ini, dengan beragam aktivitas tanpa henti, gaya hidup sehat terlupakan, jarang olahraga, pola makan tidak teratur dan kurang istirahat.
Sakit memaksa kita untuk keluar dari zona hingar bingar dunia, sejenak kita disuruh berhenti dari aktivitas yang telah membuat kita lupa dari menjaga kesehatan kita.
Melalui sakit, kita disadarkan bahwa kita makhluk lemah. Harta yang banyak yang kita miliki, belum tentu mampu mengobati penyakit kita.
Melalui sakit, kita disadarkan batapa banyak nikmat Tuhan yang kita nikmati tapi kita tak sadar bahkan mungkin lupa untuk mengucapkan syukur pada-Nya atas segala nikmat yang Tuhan berikan.
Melalui sakit, Tuhan mencoba menyadarkan bahwa tanpa anugrah kesehatan dari Tuhan, manusia tidak bisa berbuat apa-apa. Melalui sakit, diuji-Nya kita sampai sejauh mana kesabaran kita menerima cobaan dan ujian dari Tuhan.
Coba kita bayangkan bila satu anggota tubuh kita sakit, umpamanya gigi, aduh..... semua terasa susah... itu baru satu anggota tubuh kita yang kecil, namun fungsinya yang besar bila diuji oleh Tuhan, dihilangkan sebentar manfaat dari gigi, diuji dengan rasa sakit, kita sudah mengeluh, merasa tidak tahan, ini bukti kelemahan manusia.
Mari kita belajar dari sakit, bahwa sakit tidak sekedar musibah, tapi Tuhan menciptakan sakit untuk menyadarkan manusia akan kelemahan diri manusia dan Tuhan mengingatkan kita akan hakikat diri kita sebagai hamba yang tidak pantas sombong berjalan di muka bumi hanya karena memiliki sedikit ilmu, sedikit harta dan kekuasaan.
Jumat, 05 Juni 2009
Mari kita bicara tentang Bank
Bank disebut dengan lembaga intermediasi yaitu lembaga yang menjadi perantara antara pihak yang surplus dana dengan pihak yang defisit dana. Melalui lembaga perbankan, pihak yang surplus dana dapat menyimpan dana yang dimilikinya dengan aman sementara pihak yang defisit dana dapat memanfaatkan bank untuk membantu dalam bidang finansial.
Karena fungsinya sebagai lembaga intermediasi maka bank berperan sekali dalam perekonomian masyarakat. selain sebagai lembaga intermediasi, Bank juga menawarkan jasa kepada masyarakat dalam berbagai produk usahanya seperti :
jasa transfer, transfer yaitu jasa mengirimkan uang antar nasabah yang bisa dalam satu bank atau berbeda bank
save defosit box, yaitu bank menawarkan jasa penyimpanan barang berharga sperti emas kepada nasabah
Bank garansi, yaitu bank menjamin antara pembuat proyek dengan pelaksana proyek bila proyek yang dijalankan tidak seperti yang diharapkan pembuat proyek.
Letter of credit (L/C), yaitu bank menjadi perantara bagi pihak yang ingin bertransaksi ekspor atau impor ke luar negeri, untuk memudahkan antara eksportir di dalam negeri dan importir di luar negeri atau sebaliknya.
Karena fungsinya sebagai lembaga intermediasi maka bank berperan sekali dalam perekonomian masyarakat. selain sebagai lembaga intermediasi, Bank juga menawarkan jasa kepada masyarakat dalam berbagai produk usahanya seperti :
jasa transfer, transfer yaitu jasa mengirimkan uang antar nasabah yang bisa dalam satu bank atau berbeda bank
save defosit box, yaitu bank menawarkan jasa penyimpanan barang berharga sperti emas kepada nasabah
Bank garansi, yaitu bank menjamin antara pembuat proyek dengan pelaksana proyek bila proyek yang dijalankan tidak seperti yang diharapkan pembuat proyek.
Letter of credit (L/C), yaitu bank menjadi perantara bagi pihak yang ingin bertransaksi ekspor atau impor ke luar negeri, untuk memudahkan antara eksportir di dalam negeri dan importir di luar negeri atau sebaliknya.
Langganan:
Komentar (Atom)