Rabu, 17 April 2013

Rabu, 28 September 2011

Selasa, 26 Januari 2010

Jual beli dalam Islam

Setiap hari mungkin kita melakukan transaksi jual beli. Kita melakukan transaksi jual beli karena kita tidak dapat membuat sendiri barang yang kita butuhkan, kita membutuhkan peranan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup kita.
Semakin canggih jaman, semakin canggih pula cara manusia melakukan transaksi jual beli. Namun bukan berarti dengan semakin canggihnya jaman, berarti kita boleh melakukan transaksi jual beli dengan sesuka hati. Ada ketentuan dan peraturan yang mengatur jual beli. Peraturan diperlukan agar setiap pihak yang melaksanakan jual beli saling merasa senang dan saling ridha.
Ketentuan jual beli diatur dalam Islam, ketentuan tersebut meliputi macam-macam jual beli, rukun jual beli, syarat sah jual beli, jenis barang yang sah dan tidak untuk diperjual belikan, hal-hal yang dapat membatalkan jual beli.
Jual beli bila dikategorikan ada sembilan macam :
1. Jual beli dengan pembayaran menggunakan mata uang
2. Jual beli barter, saling tukar menukar barang.
3. Jual beli mata uang dengan mata uang lain,. Dikenal dengan istilah money changer.
4. Menjual sesuatu dengan pembayaran kontan tetapi barangnya tidak langsung diterima dikenal dengan sebutan pesanan atau inden.
5. Jual beli lelang, tidak ada patokan harga tertentu
6. Jual beli dengan menyatakan harga modal pembelian ditambah keuntungan, disebut jual beli murabahah.
7. Menjual dengan harga yang sama dengan harga pembelian, disebut jual beli tauliyah.
8. Menjual dengan harga lebih murah dari harga pembelian, karena mungkin si penjual membutuhkan uang karena terdesak kebutuhan lain.
9. Jual beli dengan pembayaran angsuran.

Agar jual beli sah, maka harus terpenuhi rukun jual beli yaitu :

1. Ada penjual dan pembeli
2. Ada barang yang diperjual belikan, barang tersebut jelas diketahui dua pihak, penjual dan pembeli disertai dengan harga barang yang jelas.
3. Ada serah terima (ijab qabul) antara penjual dan pembeli, yang menyatakan kedua saling ridha dalam bertransaksi.

Adapun syarat sah jual beli meliputi syarat sah seorang penjual dan pembeli serta syarat sah suatu barang diperjualbelikan. Seseorang sah melakukan jual beli bila ia memiliki akal yang sempurna, bukan orang gila, orang mabuk dan anak-anak. Kemudian pihak yang bertransaksi jual beli harus dalam keadaan bebas dan tidak dalam kondisi terpaksa atau dalam tekanan untuk melakukan jual beli itu.
Setelah syarat penjual dan pembeli terpenuhi maka barang yang diperjual belikan juga harus memenuhi syarat , diantara syarat barang sah diperjualbelikan yaitu :

1. Bukan barang najis
2. Barang yang diperjualbelikan harus barang yang bermanfaat.
3. Barang yang diperjualbelikan harus milik sendiri. Tidak sah menjual barang yang bukan miliknya sendiri.
4. Barang yang diperjualbelikan harus dapat diserah terimakan. Tidak boleh menjual barang yang belum jelas. Seperti menjual burung yang masih terbang di udara.
5. Penjual dan pembeli sama-sama mengetahui barang yang diperjualbelikan.

Segala hal yang tidak sesuai dengan rukun dan syarat jual beli diatas maka jual beli tersebut batal dan tidak sah.

Sumber :
Kitab bidayatul mujtahid, ibnu rusyd
Kitab syarah bulugul maram, Abd. Rasyid Salim.

Sabtu, 05 September 2009

Melangkah di antara dua pilihan.. kiri atau kanan ?

Sahabat.... hidup kita ini adalah sebuah perjalanan dengan tujuan mencari ridho tuhan.
tapi tidak semua manusia dalam perjalanan nya mencari ridho tuhan berhasil.
ada yang gagal, kalah, tapi ada juga yang terus melaju, mencari di mana kira nya ridho dan kasih sayang Tuhan tersebut.

untuk mendapatkan ridho Tuhan itu, kita harus membawa bekal yang banyak dalam perjalanan.. harus siapkan keberanian dan tekad yang kuat, karena perjalanan mencari ridho Tuhan itu banyak halang rintang nya...banyak onak dan duri, banyak binatang buas.. banyak penyamun yang menakut-nakuti... banyak simpang yang harus dilalui.. ada ke kanan.. ada ke kiri..

sebagian manusia salah langkah... lebih memilih ke arah kiri , terbuai karena di sana penuh dengan yang indah-indah, penuh dengan nafsu yang bergejolak.. tapi ternyata itu fana.. kosong, hanya derita dan kecemasan lah yang ada pada mereka yang salah langkah... sudah terlanjur memilih ke kiri.. berat rasanya hendak berputar kembali... karena diri telah menjadi budak nafsu...

sebagian manusia yang lain memilih simpang ke kanan, walaupun banyak godaan yang merayu dan membisikkan dalam hati tetapi mereka teguh dalam pendiriannya karena mereka yakin ada cahaya yang terang di ujung jalan.. mereka sabar dalam menjalani hidup, walaupun banyak masalah yang harus dilalui, mereka menghadapi semua masalah itu dengan sabar.. tawakkal, pasrah pada Ilahi dan dengan ilmu yang ada pada dirinya mereka terus melaju... ada keyakinan yang teguh dalam hati bahwa semua yang mereka hadapi di dunia jika di sikapi dengan baik.. suatu hari nanti, di akhirat, Tuhan akan tersenyum dan memberikan hadiah yang indah, yang tak bisa terbayangkan ketika di dunia...

mari kita bertanya dalam hati yang paling dalam, tergolong yang manakah kita.. apakah kita telah memilih simpang ke kiri... atau yang kanan... ?

bila kita ternyata termasuk dalam golongan orang-orang yang telah memilih simpang ke kiri... kuatkan dalam hati.. kita harus segera putar arah... tidak peduli apa halangan dan rintangan nya...

bila kita termasuk dalam golongan orang-orang yang memilih simpang ke kanan... teruskan perjalanan.. yakinlah ..semua masalah.. yang akan mendatangi kita nanti... akan bisa kita hadapi dengan baik...

Tulisan ini semoga menjadi nasihat bagi penulis sendiri..dan bagi kita semua... amin !!!

Senin, 31 Agustus 2009

Tiga dosa pertama

Para ulama mengatakan ada tiga dosa yang pertama kali terjadi yaitu :
1. Sombong atau takabur
2. Buruk Sangka
3. Iri Hati

Kesombongan pertama kali terjadi pada peristiwa Iblis yang menolak perintah Tuhan untuk sujud dan memberi penghormatan pada Adam As. Iblis menolak untuk menghormati Adam karena merasa dirinya lebih dari Adam karena diciptakan dari api sedangkan Adam diciptakan dari segumpal tanah. karena kesombongannya dan ingkar pada perintah Tuhan, Iblis dikeluarkan dari surga dan menjadi penghuni neraka di hari kiamat nanti.

Sedangkan dosa kedua yang terjadi adalah buruk sangka. Adam as. buruk sangka terhadap Tuhan yang memerintahkan dirinya dan istrinya untuk menjauhi pohon yang dilarang Tuhan. Tapi Adam dan Istrinya ingkar dan buruk sangka terhadap perintah Tuhan. Adam terperdaya godaan Iblis yang mengatakan dirinya tidak akan jadi malaikat jika tidak memakan buah pohon yang dilarang Tuhan.

hal ini dikisahkan dalam Al Quran surah Al Araf ayat 20:
Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).

karena terpedaya godaan syaitan, Adam dan istri nya menjadi makhluk yang ingkar dan berdosa di hadapan Tuhan. Mereka menyesali perbuatan nya dan memohon ampun pada Tuhan.

Dan dosa ketiga yang terjadi adalah iri hati. ini terjadi pada kisah dua anak Adam yaitu Habil dan Qabil. keduanya berkurban pada Tuhan, tetapi yang diterima kurban nya hanya Habil, karena mempersembahkan kurban yang baik pada Tuhan. Hal ini membuat Qabil iri hati dan timbul niat dalam hatinya untuk membunuh saudara nya si Habil. Qabil akhirnya membunuh saudaranya, Habil. dan Qabil pun termasuk orang yang zalim. dan dosa membunuh yang ia lakukan adalah menjadi contoh bagi manusia lainnya yang melakukan pembunuhan, dan atas setiap dosa pembunuhan yang terjadi di atas muka bumi, Qabil menerima bagian dosa karena ia adalah orang yang pertama kali melakukan pembunuhan dan menjadi contoh bagi manusia lainnya.

Kisah tiga dosa diatas yaitu "Sombong, buruk sangka dan iri hati" marilah kita jadikan pelajaran untuk dapat kita hindari. karena bila terdapat dalam hati kita sifat-sifat buruk tersebut, alamat hidup kita di dunia tidak akan bahagia, karena akan dibenci oleh masyarakat. dan tentunya bukan hanya sengsara di dunia, tetapi azab di akhirat pun akan menanti, dan kita pun jadi orang yang merugi. Na'udzubillahi min dzalik.

Jumat, 12 Juni 2009

Belajar dari Sakit.

Hidup yang kujalani selama ini dengan berbagai aktivitas kurasakan seperti jarum jam yang terus bergerak, memutar waktu terus menerus yang tidak boleh berhenti.
Namun aktivitas yang kujalani dengan pergerakan yang tanpa henti, ternyata dipaksa harus berhenti seperti jam yang kehabisan daya baterai, tidak bergerak, diam di tempat, ini terjadi pada diriku karena aku sakit. Sakit telah memaksa diriku untuk berhenti, berhenti dari deru dan laju aktivitas sehari-hari.

Sakit mungkin bagi kebanyakan orang diartikan musibah, namun jika dilihat dari sisi manfaat, sakit ternyata juga bermanfaat.
Sakit menyadarkan kita betapa pentingnya gaya hidup sehat. Mungkin selama ini, dengan beragam aktivitas tanpa henti, gaya hidup sehat terlupakan, jarang olahraga, pola makan tidak teratur dan kurang istirahat.
Sakit memaksa kita untuk keluar dari zona hingar bingar dunia, sejenak kita disuruh berhenti dari aktivitas yang telah membuat kita lupa dari menjaga kesehatan kita.
Melalui sakit, kita disadarkan bahwa kita makhluk lemah. Harta yang banyak yang kita miliki, belum tentu mampu mengobati penyakit kita.
Melalui sakit, kita disadarkan batapa banyak nikmat Tuhan yang kita nikmati tapi kita tak sadar bahkan mungkin lupa untuk mengucapkan syukur pada-Nya atas segala nikmat yang Tuhan berikan.
Melalui sakit, Tuhan mencoba menyadarkan bahwa tanpa anugrah kesehatan dari Tuhan, manusia tidak bisa berbuat apa-apa. Melalui sakit, diuji-Nya kita sampai sejauh mana kesabaran kita menerima cobaan dan ujian dari Tuhan.

Coba kita bayangkan bila satu anggota tubuh kita sakit, umpamanya gigi, aduh..... semua terasa susah... itu baru satu anggota tubuh kita yang kecil, namun fungsinya yang besar bila diuji oleh Tuhan, dihilangkan sebentar manfaat dari gigi, diuji dengan rasa sakit, kita sudah mengeluh, merasa tidak tahan, ini bukti kelemahan manusia.
Mari kita belajar dari sakit, bahwa sakit tidak sekedar musibah, tapi Tuhan menciptakan sakit untuk menyadarkan manusia akan kelemahan diri manusia dan Tuhan mengingatkan kita akan hakikat diri kita sebagai hamba yang tidak pantas sombong berjalan di muka bumi hanya karena memiliki sedikit ilmu, sedikit harta dan kekuasaan.

Jumat, 05 Juni 2009

Mari kita bicara tentang Bank

Bank disebut dengan lembaga intermediasi yaitu lembaga yang menjadi perantara antara pihak yang surplus dana dengan pihak yang defisit dana. Melalui lembaga perbankan, pihak yang surplus dana dapat menyimpan dana yang dimilikinya dengan aman sementara pihak yang defisit dana dapat memanfaatkan bank untuk membantu dalam bidang finansial.

Karena fungsinya sebagai lembaga intermediasi maka bank berperan sekali dalam perekonomian masyarakat. selain sebagai lembaga intermediasi, Bank juga menawarkan jasa kepada masyarakat dalam berbagai produk usahanya seperti :
jasa transfer, transfer yaitu jasa mengirimkan uang antar nasabah yang bisa dalam satu bank atau berbeda bank
save defosit box, yaitu bank menawarkan jasa penyimpanan barang berharga sperti emas kepada nasabah
Bank garansi, yaitu bank menjamin antara pembuat proyek dengan pelaksana proyek bila proyek yang dijalankan tidak seperti yang diharapkan pembuat proyek.
Letter of credit (L/C), yaitu bank menjadi perantara bagi pihak yang ingin bertransaksi ekspor atau impor ke luar negeri, untuk memudahkan antara eksportir di dalam negeri dan importir di luar negeri atau sebaliknya.

Jumat, 22 Mei 2009

Alqur'an bicara tentang ekonomi

Alqur'an adalah kitab suci umat Islam yang berisi petunjuk hidup bagi orang-orang yang beriman. Alquran berisi berbagai petunjuk hidup bagi manusia. Salah satunya ialah petunjuk tentang kegiatan ekonomi yang dilakukan manusia. Alquran memberikan petunjuk bagaimana berekonomi yang baik dan tidak merugikan manusia lain.

berikut beberapa ayat Alquran yang menjelaskan tentang ekonomi :

Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan bathil kecuali melalui perdagangan yang suka sama suka dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah Maha terhadap kamu Maha Penyayang.
Dan barang siapa yang berbuat demikian karena melanggar hak dan aniaya, maka kelak kami akan memasukkannya ke dalam neraka, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah
(surah An-Nisa ayat 29 dan 30)

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siap yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya.

(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

Dan jika (orang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
(Albaqarah ayat 272-280)

Ekonomi dan Keadilan

Ekonomi adalah kegiatan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. manusia berusaha dengan segala macam cara agar kebutuhan hidupnya bisa terpenuhi. cara manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari zaman dahulu sampai sekarang terus mengalami perkembangan.

zaman dahulu manusia memenuhi kebutuhan hidupnya langsung dengan mengolah alam. memanfaatkan apa yang tersedia langsung dari alam, makan dari tumbuhan-tumbuhan dan memperoleh daging dengan menangkap hewan liar.

manusia terus berkembang. untuk memenuhi kebutuhan manusia yang terus bertambah, manusia berpikir dan mulai menciptakan alat-alat yang mendukung untuk memenuhi kebutuhan manusia. zaman terus berkembang, manusia yang dahulu memanfaatkan alam secara langsung atau bisa disebut agraris kini berkembang mempergunakan alat-alat dan mesin untuk menambah dan menciptakan produk-produk unggulan yang diminati dan dibutuhkam manusia lainnya. dimulailah masa industrialisasi.

perkembangan yang begitu cepat menciptakan persaingan. manusia saling bersaing dan terkadang menjurus ke persaingan yang tidak sehat. dimana manusia yang satu berusaha mengalahkan manusia lainnya dengan berbagai cara.

Ilmu ekonomi kemudian muncul melihat persaingan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Adam Smith dipercaya sebagai bapak Ekonomi karena mampu melihat perkembangan manusia tersebut dan menulisnya dalam sebuah buku yang berjudul " an inquiry into wealth of nation".

Adam Smith kemudian terkenal menjadi bapak ekonomi yang menganjurkan liberalisme dan kapitalisme dimana rakyat boleh berbuat apa saja untuk mendapatkan keuntungan dari produk yang diproduksinya tanpa campur tangan pemerintah. Smith berpendapat bahwa sistem ekonomi yang ideal adalah sistem ekonomi yang sepenuhnya diserahkan pada pasar atau market tanpa perlu campur tangan pemerintah.

namun dalam perkembangan selanjutnya, ekonomi liberal dan kapitalis yang dianjurkan Smith, menjadi sebuah sistem ekonomi yang tidak berkeadilan dimana para pengusaha yang mempunyai modal memperkerjakan para buruh dengan upah yang rendah. ketidakadilan ini membuat jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. antara pengusaha dan para buruh.

melihat ketidakadilan ini muncul lah sebuah sistem ekonomi sosialis dimana inti ajarannya ialah menciptakan pemerataan antara si kaya dan si miskin melalui tangan pemerintah. pemerintah mempunyai peranan yang besar dalam perekonomian. perusahaan-perusahaan swasta tidak lagi boleh beroperasi. semua harus dijalankan oleh pemerintah demi pemerataan ekonomi.

sistem ekonomi seperti ini pun ternyata juga membawa dampak negatif bagi masyarakat. masyarakat menjadi hilang kreativitasnya. semua ditentukan oleh pemerintah. banyak orang yang tidak tahan dengan sistem seperti ini karena negara bertindak dengan tangan besi.

Masyarakat membutuhkan sebuah sistem ekonomi yang berkeadilan. dimana persaingan terjadi secara sehat dan tidak merugikan orang lain. sebuah sistem ekonomi dimana para pengusaha bebas beroperasi tetapi tidak dengan mengeksploitasi hak para pekerja. hak para pekerja harus dipenuhi. kemudian negara seharusnya bertindak sebagai pengawas terhadap perkenomian yang berjalan. pemerintah harus bertindak semata-mata demi kemakmuran rakyat. bukan kemakmuran satu atau sebagian golongan.

Menggerakkan ekonomi dengan belajar dari sholat

Sholat merupakan ibadah umat muslim yang istimewa. Sholat selain berdimensi ilahiah juga berdimensi sosial. Sholat yang baik menurut Nabi Muhammad adalah sholat berjamaah. Sholat berjamaah mencerminkan persatuan umat. melalui sholat berjamaah tidak akan tampak perbedaan antara yang kaya dan yang miskin, antara pejabat dengan orang yang melarat, semua sama, sholat berjamaaah mengharap ridho Sang Pencipta.

Melalui cerminan sholat berjamaah, kita seharusnya mengembangkan ekonomi umat juga dengan berjamaah, saling bersatu berjalan beriring bersama. semua elemen masyarakat saling berjamaah bersama mengerakkan roda ekonomi. antara pemerintah, pengusaha, lembaga keuangan dan masyarakat bersama mengelola sumber daya yang ada demi kesejahteraan bersama.

Ekonomi yang kuat akan tercipta bila pemerintah dan masyarakat saling bekerjasama. Pemerintah sebagai pemegang amanah dari rakyat bertindak sebgai operator, pengawas jalannya kegiatan ekonomi masyarakat.

Pengusaha bergerak dengan memeproduksi barang dan jasa, selain membantu masyarakat dalam memenuhi barang kebutuhan, pengusaha juga menciptakan lapangan pekerjaan dan membantu pemerintah dalam mengerakkan roda ekonomi.

Lembaga keuangan dengan fungsinya sebagai lembaga intermediary menjadi penghubung antara masyarakat, antara pihak yang surplus dana dan pihak yang membutuhkan dana.

Semua elemen bangsa harus bergerak dan saling mendukung. Bangsa ini tidak akan berubah kalau semua berjalan sendiri-sendiri.

Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Terdapat beberapa perbedaan mendasar antara bank syariah dan bank Konvensional. perbedaan tersebut antara lain terdapat pada aspek legalitas, struktur organisasi, usaha yang dibiayai, dan aspek penyelesaian sengketa.

1. Aspek Legalitas
pada bank syariah setiap akad atau transaksi harus memenuhi beberapa hal seperti :
a. harus memenuhi rukun, yaitu terdapat penjual dan pembeli, ada barang, ada harga dan ijab qabul.
b. harus memenuhi syarat, yaitu barang harus jelas halal, barang tersebut harus jelas kepemilikannya,

2. Struktur organisasi
secara garis besar antara bank syariah dan bank konvensional dalam struktur organisasi sama saja. namun dalam bank syariah harus terdapat DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) yang tidak terdapat dalam bank konvensional. DPS bertugas mengawasi produk dan kinerja bank syariah agar sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

3. Usaha yang dibiayai
Bank syariah memberikan pembiayaan bagi usaha-usaha yang sesuai dengan prinsip syariah. usaha yang sesuai prinsip syariah adalah usaha yang terbebas dari empat hal yaitu :

a. maysir, perjudian atau segala sesuatu yang bersifat spekulatif, untung-untungan.
b. gharar, segala jenis penipuan.
c. riba, yaitu memeberikan pinjaman dengan mengharap keuntungan yang berlipat ganda
d. bathil, yaitu usaha yang menzalimi dan jauh dari prinsip keadilan.

pada bank syariah usaha pembiayaaan yang dijalankan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

a. Equity Financing
yaitu membantu dalam bidang permodalan, akad yang berkaitan dengan pembiayaan di bidang permodalan dapat di bagi menjadi dua yaitu :

1. Mudharabah
yaitu pembiayaan dimana bank memberikan modal kepada pengusaha dengan kesepakatan bagi hasil (Profit and Loss Sharing). Bank sebagai pemberi modal dinamakan Shahibul Maal sedangkan pengusaha atau pengelola dana dinamakan Mudharib.

2. Musyarakah
yaitu pembiayaan dimana bank dan pegusaha sama-sama mempunyai modal. antara bank dan pengusaha memakai akad Musyarakah ( berkongsi, bersyarikat) dalam mengelola modal. antara bank dan pengusaha terdapat kesepakatan bagi hasil (profit and loss sharing).

b. debt financing
yaitu bank syariah membantu masyarakat yang akan memenuhi kebutuhan nasabah dengan memeberikan pembiayaan. akad yang berkaitan dengan pembiayaan di bidang ini yaitu :

1. Murabahah.
Murabahah adalah perjanjian jual beli antara Bank Syariah dengan nasabah. Bank akan membeli barang yang diperlukan oleh nasabah dan kemudian menjualnya kepada nasabah dengan menerangkan rincian harga pokok pembelian ditambah jumlah keuntungan yang disepakati antara bank syariah dan nasabah.

2. Ijarah (sewa-menyewa)
Ijarah adalah perjanjian antara Bank Syariah dan nasabah dimana Bank Syariah membantu nasabah dalam menyewa suatu barang.

4. aspek penyelesaian sengketa
Berbeda dengan bak Konvensional, sengketa yang terjadi di Bank Syariah tidak diselesaikan di Pengadilan Negeri tetapi melalui Badan Arbitrase Muamalah MUI (BAMUI).

sumber : Ekonomi Islam, Mustafa Edwin Nasution.

Senin, 04 Mei 2009

Menjawab yang tak terjawab... menjelaskan yang tak terjelaskan

Judul di atas adalah judul buku dari said An Nursi. judul di atas membuat penulis kagum.. bercampur rasa ingin tahu dan rasa ingin segera membaca buku tersebut... bagaimana tidak mari kita renungkan secara perlahan makna dari judul buku tersebut..

"menjawab yang tak terjawab.. menjelaskan yang tak terjelaskan". betapa banyak hal di dunia yang terjadi tetapi tidak mampu dijelaskan secara akal sehat oleh manusia... banyak hal yang membuat manusia bertanya-tanya, mengapa dan mengapa ?

mari kita lihat satu contoh fenomena yang ajaib yang belum terjelaskan seperti peristiwa Tsunami di Aceh yang meluluh lantakkan seluruh bangunan hingga rata dengan tanah, tetapi ada satu masjid yang masih kokoh berdiri walaupun bangunan di sebelah masjid tersebut telah hancur rata dengan tanah di amuk tsunami.

hal seperti di aceh tersebut juga terjadi ketika bencana situ gintung terjadi.. dimana ada satu bangunan masjid yang masih kokoh berdiri sementara bangunan di sebelahnya telah hancur terkena air bah... Subhanallah.

contoh-contoh di atas merupakan contoh dari sekian banyak contoh peristiwa yang terjadi yang tak terjelaskan oleh akal sehat manusia. Semua terjadi di luar batas akal manusia.. yang pastinya semua itu terjadi karena kemahakuasaan Tuhan. menunjukkan kepada manusia akan kebesaran Tuhan.

Jumat, 24 April 2009

Perubahan ?

Menjelang Pemilihan Presiden seperti saat ini banyak didengungkan isu mengenai perubahan, isu mengenai perbaikan kondisi bangsa dan negara oleh para calon Presiden yang akan bertarung pada pemilihan umum Presiden nanti.

Apakah hanya dengan berharap pada seorang pemimpin perubahan itu akan terjadi ?

Sejenak mari kita mengingat ramai riuhnya pemilihan presiden Amerika Serikat yang disaksikan jutaan penduduk dunia. Barack Obama yang kemudian terpilih, pada saat kampanye menawarkan perubahan, perubahan Amerika Serikat dan dunia menuju kondisi yang lebih baik.

Apakah hanya dengan hanya terpilihnya Obama sebagai Presiden Amerika Serikat akan merubah kondisi Amerika dan Dunia ?

Berbicara mengenai perubahan, setiap orang pasti menginginkan perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Perubahan di manapun, di dunia maupun di Indonesia akan hadir kalau setiap orang sadar untuk merubah dirinya terlebih dahulu. Perubahan yang besar muncul dari perubahan-perubahan kecil. Perubahan dunia akan tampak dari perubahan-perubahan kecil yang dilakukan setiap individu.

Sering kita mengeluhkan kondisi Indonesia yang penuh masalah, kemiskinan, pengangguran, harga-harga kebutuhan pokok yang mahal, pendidikan yang mahal, buku yang tak terbeli karena sangkin mahalnya, biaya berobat yang mahal, dan banyak lagi masalah yang harus dihadapai bangsa ini.Dan setiap orang bila ditanya apakah ingin kondisi Indonesia berubah, pasti akan menjawab ingin “ya”

Setiap pemimpin pasti akan menjanjikan perubahan dan perbaikan, namun perubahan dan perbaikan itu tidak akan tampak kalau perubahan itu tidak dimulai dari diri setiap individu terlebih dahulu.

Mari kita memperhatikan sebuah contoh, Jakarta setiap musim penghujan mengalami kebanjiran, banyak yang merugi akibat banjir tersebut, Pemerintah kemudian dinilai lamban dalam menangani masalah banjir yang setiap tahun terjadi, sebenarnya masalah banjir bisa dicegah kalau setiap orang sadar tidak membuang sampah sembarangan apalagi membuang sampah ke sungai, sampah yang dibuang ke sungai akan mengotori sungai bahkan membuat aliran sungai terganggu dengan banyaknya tumpukan sampah yang berserakan.

Berbicara tentang perubahan mari kita renungkan firman Allah Swt berikut : Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga kaum itu berusaha untuk merubah dengan dirinya sendiri. (Q.S Ar Ra'du ayat 11)

Mari kita mengingat Hadis Nabi Muhammad Saw : Orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin dan orang yang merugi adalah orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin.

Setelah membaca hadis tersebut mari kita pahami maksud dari hadis itu yaitu bahwa orang yang beruntung dan sukses adalah orang yang melakukan perubahan setiap hari pada dirinya. Setiap hari dirinya semakin baik, semakin bermanfaat bagi manusia lainnya. Semakin didamba kehadirannya oleh makhluk lainnya. Dan orang yang merugi adalah orang yang makin hari makin buruk, makin jelek tingkah lakunya, makin dibenci dan tidak diharapkan oleh lingkungan sekitarnya.

Selasa, 07 April 2009

Koreksi diri...

Bismillahir Rahmanir Rahim

Kuawali tulisan ini dengan ucapan bismillah, dengan harapan semoga tulisan ini diridhoi oleh Allah Swt kemudian bermanfaat bagi penulis dan masyarakat. Tulisanku kali ini ingin mengkoreksi, mengkritik diri sendiri yang kurasakan sudah jauh dari jalur Islam dan ku harap dengan adanya tulisan ini diri ini mampu menjadi lebih baik lagi..Amin.
Kurasakan diri ini telah keluar dari jalan indah yang ditawarkan Islam karena diri ini sering berbuat maksiat, mudah terlena hawa nafsu... Mungkin bukan diriku saja saat ini yang tengah terlena dengan dosa... banyak manusia yang tengah dibuai maksiat, durhaka pada Allah swt.
Betapa merugi diri ini, waktu yang diberikan untuk berkarya dan beramal habis untuk memuaskan nafsu, habis terbuang percuma hanya untuk menambah-nambah dosa... padahal jika dimanfaatkan dengan benar mungkin akan membawa manfaat yang besar.
Diri ini merasa semakin canggih jaman, semakin manusia sombong dan ingkar kepada Tuhan-Nya... semakin mudah durhaka kepada Tuhan. semakin bobrok akhlak manusia, semakin bejat tingkah yang ditampilkan.
Manusia lupa akan hakikat dirinya..siapa dirinya dan darimana dia diciptakan, merasa hebat dan sesuka hatinya berbuat di muka bumi ini demi terpuaskannya nafsu... betapa meruginya manusia...
Harap ku semoga hidayah datang pada diri ini... bila tanpa hidayah apalah artinya hidup ini.. tanpa hidayah diri ini bagai seonggok daging yang berjalan dimuka bumi tanpa tahu tujuan hidupnya... hidup..memuaskan nafsu..lalu mati..
Kuingin hidupku yang sebentar ini memiliki arti.. punya makna.. ada yang kuberikan pada orang disekitar ku... ada manfaat dari keberadaan diri ini... sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya, demikian hadis nabi Muhammad saw.
Kuingin ada perubahan pada diri ini... harus ada yang sesuatu yang istimewa yang kutampilkan pada dunia selama aku hidup... berat memang untuk melakukan perubahan tetapi jika dilandasi dengan niat yang kuat dan konsekuen (istiqomah) dalam melakukan perubahan itu..Insya Allah semua akan berjalan baik...

Diriku... Bila tanpa Hidayah apalah artinya ....


hidup di zaman sekarang jika tidak kuat iman... akan mudah sekali terkena rayuan zaman... kurasakan dengan bertambah canggihnya teknologi, semakin mempermudah orang untuk berbuat yang tidak baik....

diriku hanyut.... dalam terkaman maut rayuan zaman.... oh...
hilang iman diri ini... terbawa gelombang nafsu...

Hiks....hiks...

Kumohon hidayahmu Ya Allah....
betapa sering diri ini terlena.... diri ini masih jauh dari kata hamba yang soleh...

Semakin hari semakin bertambah usia ini... semakin bertambah pula dosa yang hamba perbuat.. oh Tuhan.. tanpa hidayahmu.. apalah artinya diri ini...

Rabu, 01 April 2009

Pemilu, apakah dapat menjadi sarana mencari pemimpin yang amanah ?

oleh : Muhammad Ikhsan Harahap

Saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi masa-masa menjelang pemilihan umum atau yang lebih dikenal dengan istilah pemilu. pemilu bertujuan untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di Gedung Dewan, yang akan mewakili aspirasi rakyat, bukan aspirasi satu atau beberapa golongan.
Bangsa Indonesia telah berulang kali mengadakan pemilu, namun pemilu yang dahulu dirasa kurang, karena masyarakat tidak menentukan langsung orang yang mewakili dirinya, partai politiklah yang menentukan siapa yang akan duduk di gedung dewan.
pemilu langsung, dimana rakyat sendiri yang menentukan wakilnya baru dilaksanakan pada tahun 2004. pemilu tahun 2004 adalah pemilu langsung pertama dimana masyarakat bebas memilih wakil rakyat serta presiden dan wakil presiden.
Sistem yang sama pada tahun 2004 akan diberlakukan juga pada tahun 2009, dimana masyarakat akan memilih langsung wakilnya. pertanyaan kemudian muncul " apakah dengan memilih langsung wakil rakyat, menjamin para wakil rakyat yang duduk di gedung dewan akan amanah ?
pemilu tahun 2004 yang memakai sistem memilih langsung ternyata menghasilkan anggota dewan yang tidak amanah, banyak anggota dewan yang tertangkap tengah menerima uang suap. banyak anggota dewan yang tidak mewakili aspirasi rakyat, tetapi hanya mewakili aspirasi segelintir orang yang memiliki kekayaan dan kepentingan.

Masa-masa menjelang pemilu seperti ini, ramai para calon legislatif (caleg) menebar janji dan memberikan kata-kata manis tentang perubahan, keadilan, kemakmuran dan lain-lain. semua janji diucapkan demi memperoleh simpati masyarakat.

Satu harapan bangsa ini, bahwa pemilu yang akan dilaksanakan sebentar lagi semoga benar-benar membawa perubahan dan bukan sekedar seremony lima tahunan, dimana orang bagi-bagi kekuasaan dan bagi-bagi jabatan.

semoga janji-janji yang diucapkan para caleg benar-benar keluar dari lubuk hati karena melihat realita sesungguhnya bangsa ini dan ingin membawa perubahan bagi bangsa ini.

Allah Ta'ala berfirman dalam Alqur'an : Hai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian disisi Allah jika kamu berkata sesuatu yang tidak kamu perbuat. (Q.s As Shaf ayat 2 dan 3). semoga para caleg yang tengah berkompetisi tidak sekedar menabur janji karena Allah amat benci orang yang hanya berkata-kata dan berjanji tapi tidak berbuat seperti apa yang dikatakannya.





Sabtu, 28 Maret 2009

Bagaimana Menyikapi Bencana ?

Berulang kali bencana terjadi di Indonesia dan terakhir terjadi banjir dan longsor di Situ Gintung, Tangerang. Bencana yang terjadi menyisakan tangis dan kepedihan bagi korban bencana dan bagi kita semua bangsa Indonesia. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa di Indonesia sering terjadi bencana.

Indonesia adalah negara yang amat rentan terkena bencana karena kondisi daerah Indonesia yang banyak gunung berapi kemudian kita terletak di antara tiga lempeng tektonik yang sering terjadi gempa bumi , kemudian kondisi curah hujan yang tinggi menyebabkan rentan banjir dan longsor. disamping karena kondisi alam, bencana juga rentan terjadi karena ulah manusia sendiri yang merusak alam seperti penebangan hutan juga karena kelalaian manusia seperti bencana lumpur lapindo di sidoarjo.

Bagaimana kita seharusnya menyikapi suatu bencana ?

suatu peristiwa di dunia ini tidak terlepas dari takdir yang telah ditetapkan oleh Sang Maha Kuasa tetapi kita manusia di anjurkan untuk mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi dan berpikir bahwa di alam ini berlaku hukum sebab akibat, tidak mungkin terjadi sesuatu tanpa ada yang menjadi penyebabnya...
Tuhan menetapkan adanya hukum alam atau sunnatullah di dunia dan Tuhan tidak menimpakan suatu bencana kepada manusia karena berbuat zalim kepada manusia, Tuhan menjalankan sesuatu sesuai dengan hukum alam dimana manusia diberikan hak untuk berusaha berbuat untuk mencegah bencana itu terjadi dan berupaya meminimalisir dampak suatu bencana.
Manusia bisa mencegah suatu bencana dengan merawat alam dan tidak mengekploitasi alam hingga alam itu rusak dan bisa berakibat bencana yang menyusahkan manusia lainnya.

Melihat bencana alam yang sering terjadi di Indonesia seperti banjir dan longsor serta kebakaran hutan sebenarnya dapat dicegah jika manusia menjaga alam dan tidak merusaknya sementara bencana alam gempa bumi dan gunung meletus atau tsunami dapat diminimalisir dampak bencananya jika kita tanggap bencana dan saling berkoordinasi antara pemerintah dan masyarakat.

Kamis, 19 Maret 2009

Metode Transfer Dana

Oleh : Muhammad Ikhsan Harahap

Metode Transfer Dana ialah proses perpindahan dana dari pihak yang surplus dana menuju pihak yang defisit atau pihak yang membutuhkan dana. contoh bentuk transfer dana yaitu saham, obligasi, giro, promes.
Ada tiga metode transfer dana, yaitu :
  1. Metode langsung, dimana pihak yang surplus langsung bertemu dengan pihak yang defisit dana. metode langsung tanpa memakai jasa perantara.
  2. Metode semi langsung, dimana pihak yang surplus dan defisit memakai jasa dealer atau broker dalam menghubungkan keduanya.
    Antara dealer dan broker terdapat perbedaan yaitu kalau dealer, ia berani mengambil resiko dengan terlebih dahulu membeli lalu menjual lagi pada pihak lain, sementara broker hanya menjadi perantara saja.
  3. Metode tidak langsung, dimana pihak yang surplus dan defisit memanfaatkan jasa intermediasi dari lembaga keuangan.
Lembaga keuangan dalam peranannya sebagai lembaga intermediasi yaitu menghubungkan pihak yang kelebihan (surplus) dana dengan pihak yang membutuhkan dana harus memahami manajemen pengambilan keputusan yang baik. Manajemen keputusan yang baik dapat dibagi kepada tiga hal yaitu :
  1. Manajemen aktiva, utang dan modal,
  2. manajemen resiko,
  3. pengendalian biaya.

Manajemen aktiva, utang dan modal
Lembaga keuangan harus memperhatikan posisi aktiva, utang dan modal yang ada dalam laporan keuangan perusahaan .

Manajemen resiko
Lembaga keuangan harus memperhatikan resiko yang akan dihadapi diantaranya likuidasi dan insolvensi. likuidasi yaitu harus tersedianya dana cair (liquid) ketika nasabah hendak mengambil uangnya. sedangkan insolvensi yaitu ketidakmampuan untuk membayar hutang dalam jangka waktu yang panjang.

Pengendalian biaya
Lembaga keuangan harus memperhatikan dari segi biaya.

Lembaga keuangan seperti bank sebagai lembaga intermediasi , mendapatkan keuntungan yang dinamakan spread. spread yaitu selisih bunga antara bunga kredit dengan bunga tabungan.
pihak bank dalam menerapkan suku bunga memperhatikan kondisi masyarakat. kebijakan yang salah dalam menetapkan suku bunga dapat merugikan bank karena jika misalnya bank menetapkan bunga tabungan yang rendah akan membuat malas masyarakat untuk menabung hal ini akan membuat bank kekurangan dana sementara jika bank menetapkan bunga kredit yang tinggi akan membuat masyarakat enggan meminjam ke bank hal ini akan membuat dana tidak berputar di masyarakat.

Rabu, 18 Maret 2009

Dunia Islam akan Bangkit, dan Indonesia sebagai Lokomotivnya.

Dunia sekarang tengah menghadapi krisis global. krisis global yang terjadi menjadi bukti telah hancurnya ekonomi dunia yang menerapkan sistem ekonomi kapitalis. Negara-negara adidaya terkapar terkena dampak krisis ekonomi global. krisis ekonomi global timbul tidak lain dari sikap serakah dan ego manusia-manusia kapitalis sendiri .

Krisis global yang terjadi menimbulkan secercah harapan bagi dunia Islam untuk bangkit dari keterbelakangan. Krisis global seharusnya menyadarkan kita bahwa segala sesuatu yang tidak sesuai dengan fitrah manusia akan mengalami kehancuran.

Ekonomi yang dijalankan hanya dengan tujuan sebatas mencari keuntungan yang dijalankan dengan cara-cara yang kotor seperti menerapkan riba, spekulatif dan merugikan orang lain akan mengalami kehancuran seperti yang terjadi saat ini yang menimbulkan krisis.
Hancurnya sistem ekonomi kapitalis menerbitkan secercah harapan bagi umat Islam bangkit dan menyuarakan sebuah sistem yang rahmatan lil alamin. melalui sistem ekonomi yang berkeadilan akan muncul negara-negara islam yang kuat dan bukan tidak mungkin dunia islam akan bangkit kembali membawa cahaya Islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan Al-Hadis.

Dunia Islam akan bangkit dan Indonesia sebagai lokomotiv penggeraknya. Indonesia bisa menjadi lokomotiv penggerak bangkitnya dunia Islam dikarenakan Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan dengan sumber daya alam yang kaya. Indonesia bisa menjadi lokomotiv penggerak dunia Islam untuk bangkit, jika bangsa Indonesia mau bersatu dan pemerintah bergerak maju bersama rakyat mengolah sumber daya alam Indonesia yang ada.

Allah Ta'ala berfirman : "Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum hingga mereka berusaha memperbaiki dengan diri mereka sendiri."(QS. Al-Hujurat ayat 11). Negara ini akan berubah kalau masyarakat nya mau berubah dan perubahan di masyarakat akan terjadi kalau setiap orang mau merubah dirinya sendiri menuju yang lebih baik.

Minggu, 15 Februari 2009

Anak dalam pandangan Islam

Suatu waktu ketika sholat berjamaah nabi sujud dalam waktu yang lama. setelah sholat para sahabat bertanya pada nabi "mengapa nabi sujud terlalu lama, apakah nabi sedang menerima wahyu ? "tidak", jawab nabi. cucuku menaiki punggungku dan aku tidak ingin dia terjatuh.

***

suatu waktu ketika nabi sedang berkhutbah, cucunya datang. nabi langsung menghentikan khutbahnya dan menghampiri cucunya lalu membawanya ke mimbar dan nabi meneruskan kembali khutbahnya.

***

suatu hari ketika nabi menggendong cucunya, ternyata cucunya tersebut tiba-tiba pipis, ummu salamah yang melihat hal tersebut lalu merebut cucu nabi tersebut. hal ini membuat nabi marah. nabi tidak ingin cucunya menangis karena terkejut akibat perbuatan ummu salamah tersebut.

***

kisah-kisah di atas menjadi contoh bagaimana Nabi Muhammad saw ketika bergaul dengan anak-anak. nabi amat menyayangi anak-anak dan tidak ingin melihat anak-anak menangis karena rusak kesenangannya.

Islam mengajarkan kita untuk mendidik anak dengan pendidikan yang baik. Islam memandang anak-anak sebagai amanah dari Allah Swt kepada orang tua. dan orang tua memiliki kewajiban untuk mengasuh, mendidik dan memelihara anak dengan sebaik-baiknya. kewajiban untuk mendidik anak tidak hanya dengan memberikan pendidikan umum tetapi orang tua juga memiliki kewajiban untuk mengajarkan anak tentang ilmu agama.

firman Allah Swt tentang kewajiban untuk menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka :
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. 66:6)

Islam melarang eksplotasi anak. anak harus diberikan hak-haknya. anak memiliki hak untuk bermain. anak memiliki hak untuk mengenyam pendidikan. Eksploitasi anak bukanlah suatu yang baru saat ini. kita mungkin sering melihat anak-anak jalanan, ada yang mengamen, ada yang mengemis di persimpangan jalan. mereka kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan dengan layak.

Hal ini terus terjadi tahun demi tahun. faktor ekonomi sering dijadikan alasan. keadaan orang tua yang tidak mampu, miskin, membuat anak-anak harus merelakan masa bermain dan belajarnya dengan berada di jalanan.

hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang menginginkan anak berkembang dengan segala potensi yang dimilikinya. tetapi ini realitas yang tak terbantahkan bahwa banyak anak-anak yang kehilangan kesempatan bermain dan belajar karena ketidakmampuan orang tua, karena tingkat ketidakpedulian masyarakat terhadap orang miskin semakin meningkat.

beberapa hari ini, ada berita menarik tentang seorang anak di Jombang yang bernama Ponari yang memiliki batu ajaib yang dapat menyembuhkan orang sakit. berita keajaiban Ponari kemudian membuat warga kemudian berduyun- duyun berdatangan untuk meminta kesembuhan dari Ponari.

seperti diberitakan di media massa, kehebohan Ponari rupanya telah merenggut hak Ponari sendiri untuk bersekolah karena ribuan orang datang setiap harinya untuk berobat sehingga Ponari tidak punya kesempatan untuk sekolah. Ponari telah diekploitasi demi keuntungan orang lain. Ponari punya hak untuk dirinya.

Hal ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang ditanamkan Islam tentang anak. anak adalah amanah yang harus dipelihara dan dididik dengan sebaik-baiknya. Pemanfaatan anak demi mendapat keuntungan hingga hak anak tersebut terenggut tentunya merupakan hal yang tercela.